YouTube Translate YouTube Translate
Jelajahi

PKKMB RAJA BRAWIJAYA 2026 DAY 1 | GOR PERTAMINA UB

Indonesia Ringkasan AI 456 kata 3 mnt Terperinci

Ringkasan AI

Rangkaian kegiatan PKKMB Raja Brawijaya tahun 2026 bagi mahasiswa baru Universitas Brawijaya (Candra Sena 64) diawali dengan materi kuliah umum yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa dunia saat ini sedang berada di era turbulensi yang ditandai oleh perubahan cepat, tidak terprediksi, dan disruptif, sebagaimana digambarkan dalam konsep karya Janit Denhardt dan Robert B. Denhardt. Perjalanan revolusi industri dari fase 1.0 hingga 5.0 serta perkembangan Society 5.0 membuktikan bahwa teknologi harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia, bukan sebaliknya. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk cepat beradaptasi, memiliki pemikiran yang fleksibel, berintegritas tinggi, serta menguasai literasi digital. Mengutip riset McKinsey Global Institute dan World Economic Forum, otomatisasi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) berpotensi menggantikan ratusan juta pekerjaan konvensional, namun di saat yang sama menciptakan puluhan juta peluang kerja baru yang membutuhkan pemikiran kritis, kecerdasan emosional, dan keahlian profesional yang tidak dapat digantikan oleh mesin.

Selanjutnya, pimpinan Mahkamah Agung tersebut menyoroti pentingnya etika akademik dan pemahaman hukum ciber melalui UU No. 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU ITE. Mahasiswa diimbau untuk membedakan kritik akademik berbasis data dengan kejahatan pencemaran nama baik, menjaga persatuan bangsa dengan tidak menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian berbasis SARA, menjaga keamanan data akademik dari tindakan plagiarisme digital atau peretasan, serta menjauhi judi online yang terbukti merusak masa depan dan melibatkan nilai transaksi yang sangat besar. Dalam konteks lembaga peradilan, beliau memaparkan penerapan konsep technology for justice melalui transformasi digital seperti peradilan elektronik (e-court) serta pengajuan kasasi dan peninjauan kembali secara elektronik di Mahkamah Agung. Inovasi ini terbukti memangkas waktu, biaya, dan penggunaan kertas secara signifikan. Meski demikian, kecerdasan buatan ditegaskan tidak akan pernah bisa menggantikan posisi hakim karena AI tidak memiliki hati nurani, empati, dan tanggung jawab moral.

Setelah sesi kuliah umum, acara dilanjutkan dengan sesi penyerahan sertifikat, dokumentasi, penampilan bakat Brawijaya Star, serta alokasi waktu istirahat, makan, dan ibadah (Isoma) yang dikondisikan secara tertib oleh panitia. Kegiatan sore hari diisi dengan penyampaian materi oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Dr. Ir. Saiful Hidayat, M.T., mengenai peran penting jaminan sosial tenaga kerja dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Beliau memaparkan perlindungan lima program jaminan sosial bagi pekerja formal maupun informal (seperti petani), pentingnya sinergi Tridharma Perguruan Tinggi melalui program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) bagi ahli waris penerima manfaat, serta imbauan bagi mahasiswa untuk memastikan legalitas, perjanjian kerja, dan kepesertaan jaminan sosial saat memasuki dunia kerja kelak.

Rangkaian acara PKKMB dilanjutkan dengan pengenalan berbagai profil fakultas di lingkungan Universitas Brawijaya, aktivitas pembuatan konten kreatif bersama divisi PDD/PIT, serta seni pertunjukan tari tradisional oleh kelompok Natya Suara. Kegiatan hari pertama ini ditutup dengan prosesi presensi kepulangan secara digital melalui aplikasi resmi kampus, evaluasi kendala teknis, sesi foto dan video dokumentasi bersama, hingga penutupan doa yang menandai berakhirnya seluruh agenda PKKMB Raja Brawijaya 2026 secara kondusif dan penuh semangat.

Mulai Menerjemahkan Video YouTube

Unduh YouTube Translate gratis.

Dapatkan aplikasi

Ini adalah ringkasan video asli yang dibuat oleh AI. Kami tidak menerbitkan ulang transkrip video. Tonton video asli di YouTube untuk konten lengkap.
Ada yang keliru? Beri tahu kami. · Masalah hak cipta: yayappsltd@gmail.com · Keluar